Algoritma dan Pemrogramman (4)

Repetition: Instruksi yang diulang beberapa kali. Fungsi-fungsi Repetition:

For:
for(exp1; exp2; exp3) state;

for(exp1; exp2; exp3){
state;
}

Exp 1 = Inisialisasi
Exp 2 = Kondisional (berjalan selama bernilai true (not zero) dan berhenti jika bernilai false (zero))
Exp 3 = Increment/Decrement

While:
while(exp) statement;

while(exp){
statement;
}

Exp = Bool Expression. Akan berjalan selama bernilai true (not zero) dan berhenti jika bernilai false (zero)

Do-While:
do{
statement;
} while (exp);

Statement dijalankan terlebih dahulu baru dicek di fungsi while

break = berfungsi untuk menghentikan looping
continue = berfungsi untuk mengskip looping pada kondisi tersebut

Algoritma dan Pemrogramman (3)

IF:

if(bool exp) statement; //Cara 1

if(bool exp) {  //Cara 2
statement;
}

 

IF ELSE:

if(bool exp) statement1;
else statement2;
//Cara 1

if(bool exp) {  //Cara 2
statement1;
}
else{
statement2;
}

NESTED IF: adalah adanya If di dalam If

SWITCH:

switch(exp){
Case const1: statement1; break;
Case const2: statement2; break;

Case constN: statementN; break;
default: statement;
}

 

TERNARY:

variable = (a>b)?a:b;

//Cara pendek dari
if(a>b){
variable = a;
}
else{
variable = b;
}

Algoritma dan Pemrogramman (2)

Operator adalah simbol untuk memanipulasi suatu nilai untuk mendapatkan nilai yang baru

Operand adalah nilai yang dimanipulasi

Operator dari jumlah operandnya dibagi menjadi 3:
1. Unary Operator – Operator yang terdiri dari 1 operand
2. Binary Operator – Operator yang terdiri dari 2 operand
3. Ternary Operator – Operator yang terdiri dari 3 operand

Operator dari tipe operasinya dibagi menjadi:
1. Assignment Operator: a = b (memasukkan nilai variable b ke dalam variable a)
2. Arithmetic Operator: +, -, *, /, %, ++, –, ( )
3. Relational Operator: ==, !=, <, >, <=, >=, ?: (conditional assignment)
4. Logical Operator: &&, ||, !, ^ (xor)
5. Bitwise Operator (memanipulasi nilai binary): &, |, ^, ~ (complement), >> (shift right), << (shift left)

Algoritma dan Pemrogramman (1)

OOP adalah Object Oriented Programming dimana ada sebuah class yang mengandung method-method yang bisa digunakan oleh Programmer lain untuk mengembangkan program.

OOP memiliki beberapa komponen, yaitu:

Inherit
Inherit seperti hubungan bapak dengan anak, dimana anak mengandung segala sifat bapak. Namun, tidak wajib ditunjukkan

Encapsulation
Bersifat Private, yang ada di dalamnya tidak dapat dibuka, kecuali diset menjadi public, entah sebagian atau seluruhnya

Interface
Seperti hubungan bapak dan anak, namun sifat dari sang ‘bapak’ tidak perlu ditunjukkan.

Polymorphism
Dapat menggunakan method atau objek secara efektif

Algoritma dapat dijelaskan dengan 3 cara:

1. Pseudocode:
Dalam bentuk kata-kata

2. Flowchart:
Dalam bentuk gambar aliran data, sehingga lebih mudah dimengerti

3. NS Diagram